{Oneshoot} Mianhae Siwon-ssi
Author :
RhaELF
Main
Cast :
- Choi
Siwon
- Lee
Soo Bin
- Lee
Sung Min
Genre :
Hurt, Romance
Disclaimer
: This plot is MINE. Siwon and Sungmin is belong to god and themselves.
Warning
: DON'T BE A PLAGIATOR! I HATE PLAGIATOR!
Enjoy reading
:D
>>Siwon
POV<<
Sekarang
aku sedang berada bersama yeoja chinguku yang sangat ku cintai.
Hah!
What a good day, baru kali ini dia mengajakku berkencan. Jujur selama kami
berpacaran akulah yang selalu mengajaknya berkencan jadi tak heran jika aku mengangap
hari ini adalah hari yang special.
hari ini
dia cantik sekali! Dia memakai bando putih dan juga dress selutut berwarna
putih. Aku suka sekali jika melihatnya memakai baju berwarna putih, dia selalu
kelihatan cantik dan lucu. Hm, wait! Kenapa hari ini seperti ada yang salah
dengannya? Kenapa dia memasang wajah seperti itu?
Apakah
dia marah dengan ku? Memangnya aku berbuat apa?
''Siwon,
aku ingin bilang sesuatu padamu'' dia mengawali pembicaraan dengan berkata
seperti itu dan membuat perasaan ku tak enak. Ada apa ini?
''nde?
katakan saja Soobin'' jawab ku singkat, aku penasaran sekali apa yang ingin dia
katakan pada ku.
''aku
ingin.. Kita putus!'' katanya sambil menundukan wajahnya. Oh Tuhan? Kenapa dia
bisa mengatakan hal mengerikan seperti itu?
''mwo?
Soobin, jangan bercanda seperti itu!'' kataku sambil berusaha menenangkan hati
ku.
''aku
tak bercanda! Aku benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita ini. Jujur dari
awal aku menerima mu itu aku tak serius! Aku tak menyukaimu, aku menyukai orang
lain. Aku menerima mu hanya karena aku bertaruh pada teman-temanku. Mianhae
siwon!'' ucapnya sambil berlalu meningalkan ku. Aku benar-benar tak percaya
dengan apa yang dikatakannya. Mengapa dia tega memutuskan ku seperti ini?
Mengapa bisa? Mengapa bisa dia seperti ini setelah kita berdua melalui banyak
hari bersama? Aku tak bisa percaya dengan apa yang dikatakannya? Jadi selama
ini dia hanya mempermaikan ku? benarkah ini? aku harap ini hanya mimpi! Dan
ketika aku menutup mataku dan membukanya kembali, aku akan terbangun. Aku
mencoba menutup mataku dan membukanya lagi, tetapi ternyata tidak, ini adalah
kenyataan!
''Aku
tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh soobin tadi! Aku tak percaya!''
Ucapku dalam kamar sambil berteriak-teriak. Aku ingin sekali menangis. Aku
sangat mencintai! Aku tak mau berpisah dengannya!
''SOOBIN
SARANGHAE!'' teriak ku lagi aku tau walapun aku berteriak seperti ini dia
takkan kembali pada ku, tapi setidaknya ini akan mengurangi rasa sakit hati ku.
Setelah
berteriak-teriak aku merasa sangat lelah dan entah sejak kapan aku pun mulai
tertidur.
Pagi
harinya ketika sampai dikampus, aku melihat Soobin dengan seorang namja bergigi
kelinci yang aku kenal sedang tertawa bersama. Seketika hatiku rasanya hancur
berkeping-keping, jadi namja yang di maksud kemarin itu adalah Lee Sungmin? Lee
sungmin sahabat ku?
dengan
amarah memuncak, aku berjalan menuju mereka berdua dan langsung memukuli
sungmin yang telah berani merebut Soobin dari ku.
''Lee
sungmin! Beraninya kau!'' teriak ku pada sungmin 'MANTAN SAHABATKU' itu.
''siwon!
Hentikan! Lepaskan sungmin!'' kata Soobin sambil memukul-mukul punggungku. Aku
tak menghiraukan apa yang dikatakan soobin dan terus memukuli sungmin.
''SIWON!
HENTIKAN! JEBAL! HENTIKAN!'' teriak soobin sambil menangis. Aku yang tak tega
melihatnya menangis melepaskan sungmin.
''Sungmin?
Gwenchana?'' tanya soobin pada sungmin. Dengan panik soobin mengambil tisu dan
melap wajah sungmin yang telah lebab kupukuli.
''kau!
Kenapa kau memukulinya? Apa salahnya? Kenapa kau tak memukuliku saja?''
teriaknya dengan amarah yang memuncak. Aku tak pernah melihatnya marah seperti
ini. Aku rasa dia benar-benar menyukai mantan sahabatku ini.
''aku,
aku, aku hanya'' aku mencoba menjawab pertanyaannya tetapi dia memotong
perkataanku.
''hanya
apa? Pergi kau dari sini! Aku tak ingin melihatmu lagi!'' marahnya padaku.
Mianhae soobin! Aku hanya tak ingin berpisah dengan mu. Dengan berat hati aku
pergi dengan secepat mungkin dari kampusku.
Didalam
mobil aku hanya bisa menahan sakit hati ku ini dengan menyetir gila-gilaan.
Aku
harap aku bisa tertabrak bis atau pun masuk ke jurang sekarang agar aku bisa
menghilang selamanya!
>>>
<<<
Hari-hari
berlalu dengan cepat, tak terasa sekarang sudah bulan ke-5 sejak 'dia' tak
berada disisiku lagi.
Apa yang
'dia' lakukan sekarang? Apakah sekarang 'dia' sedang bersama namjachingunya
itu?
''hah''
aku menghela nafas ku panjang mengigat 'dia' yang selalu ada didalam hati ku,
'dia' yang selalu memberi warna pada hidupku, 'dia' yang selalu membuatku
merasa bahagia.
Kini
tanpa hadirnya, hari-hariku terasa hampa. Bagaimana bisa aku hidup tanpanya?
Aku sangat mencintainya. Tak dapat kujelaskan seberapa besarnya aku mencintai
'dia'. Tak taukah 'dia' hati ku sangat sakit? Tak sadarkah dia betapa rindunya
aku padanya? Tak sadarkah dia bahwa aku selalu menantinya? Tak sadarkah 'dia'
bahwa aku tak ingin berpisah dengannya? Mengapa 'dia' memilih berpisah dengan
ku dan menjalin hubungan dengan sahabat yang sekarang ku anggap mantan
sahabatku itu? Apakah aku kurang baik untuknya?
Hah! Cukup
sudah, aku selalu memikirkan hal-hal itu sejak aku berpisah dengan Soobin.
Tak
terasa ternyata sudah 5 bulan aku tak melihat wajahnya dan senyumnya. itu
karena aku sudah pindah dari Seoul ke amerika. Aku memutuskan pindah kampus
setelah kejadian itu. Aku tak mau nanti ketika aku melihat Soobin bersama
Sungmin aku akan lepas kendali dan memukuli sungmin lagi seperti waktu itu.
>>>
<<<
hari ini
seperti biasa aku ke kampus. Suasananya selalu saja membosankan! Aku kangen
pada suasana seoul. Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan
kembali ke seoul jika aku sudah bisa melupakan Soobin.
Aku rasa
ini pasti akan memakan banyak waktu.
1 tahun
kemudian :
Akhirnya
aku sudah bisa melupakan Soobin dan kembali ke korea, sesampainya di bandara
aku langsung bergegas ke rumah ku untuk bertemu ke-2 orang tua ku.
ketika
aku bersiap untuk masuk, aku mendengar suara seorang yeoja yang kukenal,
jangan-jangan..
Dengan
cepat aku membuka pintu rumahku dan melihat kedalam, ternyata benar! Didalam
rumahku ada dia! Dia Lee Soobin, yeoja yang aku dulu cintai, mau apa dia
kerumahku?
''Annyeong!
Eomma, appa!'' sapa ku pada kedua orang tuaku tanpa menghiraukan Soobin
''si-siwon?''
pangilnya tergagap.
''ne?
Ada apa kau datang kerumahku?'' tanya ku mencoba bersikap dingin.
''ani,
aku datang kesini hanya ingin meminta maaf pada mu atas kejadian 1 setengah
tahun lalu.''
''sudahlah
aku sudah melupakan kejadian itu, sekarang bisakah kau pergi dari sini?''
tanyaku dengan nada mengusir.
''baiklah
kalau begitu, annyeong!'' sapanya sambil keluar dari rumahku.
''Siwon
mengapa kau bersikap seperti itu? Soobin datang ingin meminta maaf pada mu dan
ingin memulai kembali hubungan dengan mu'' kata eomma ku.
''sudahlah
eomma, aku tak ingin lagi berhubungan dengannya! Dia telah membuat ku sakit
hati dan sekarang aku sudah dapat melupakannya. Jadi jangan ingatkan aku lagi
padanya!'' pintaku pada eomma ku dan dia hanya menganguk.
Ketika
aku ingin masuk ke kamar ku tiba-tiba terdengar jeritan seorang yeoja dan juga
terdengar bunyi mobil menabrak sesuatu dari luar.
Aku
bergegas keluar dan, betapa terkejutnya aku!
''SOOBIN''
teriak ku
>>Author
POV<<
''sudahlah
aku sudah melupakan kejadian itu, sekarang bisakah kau pergi dari sini?'' Kata
siwon pada soobin sambil menatap yeoja itu dengan tatapan sinis dan dingin.
''baiklah
kalau begitu, annyeong!'' Soobin berlari keluar dari rumah siwon dengan cepat
dan tanpa memperhatikan apapun yang ada disekitarnya. Tanpa dia sadari sebuah
mobil dengan kecepatan penuh melaju kearahnya dan...
"AAAAAAAA------"
"BRUK!"
Soobin terjatuh dan terbaring lemah di tengan jalanan. Darah segar dan kental
mengalir dari kepalanya. Matanya terasa kabur dan sedetik kemudian semuanya
menjadi gelap.
"SOOBIN"teriak
siwon yang langsung mendekap tubuh soobin.
"Soobin!
Bangun soobin!" Siwon mengguncang-guncangkan badan soobin yang ada dalam
pelukannya itu.
"Soobin!
Aku mohon! Bangunlah!!!" Teriak siwon. Dengan sisa tenaga yang dimilkinya,
Soobin mengenggam tangan siwon. Dia berusaha mengucapkan sesuatu yang mungkin
adalah kalimat terakhirnya.
"Si
si si wo n.. Mi mian hae sa sa ranghae"
"ANDWAE!!!
ANDWAE!!! SOOBIN!! SOOBIN!! IREONA!!!!! SOOBIN"
--------------------------------
»Tempat
Pemakaman«
"Soobin"
"Soobin"
"Soobin
mianhae.. Semua ini terjadi karena ku! Mianhae jeongmal mianhae!" Kata
siwon dengan suara yang serak dan pelan.
"CHOI
SIWON!" Teriak sungmin
Siwon
tak menghiraukan sungmin. Siwon tetap diam dan menatap kosong ketanah.
"Siwon!!!!"
"Sungmin..
Bisakah kau meninggalkan aku sendiri disini?" Suara siwon terdengar lebih
serak dari sebelumnya.
"Aku
tak bisa pergi sebelum kau mendengarkan ceritaku".
"Sebenarnya
aku tak mau menceritakan ini semua padamu! Tapi karena ini... Ini adalah hal
yang sangat penting yang harus kau ketahui.. Aku akan menceritakannya!"
"Kau
masih ingatkan ketika kita pertama kali bertemu dengannya?"
Siwon
hanya mengangguk pelan.
"Saat
itu, aku.. Aku langsung jatuh cinta padanya.. Ya.. Aku jatuh cinta padanya..
Cinta pada pandangan pertama. Aku terus memendam perasaanku ini padanya, aku
tak mau mengungkapkan perasaanku ini terlalu cepat.. Aku takut dia
menolakku.." Siwon tetap diam, sungmin melanjutkan ceritanya.
" 2
tahun setelahnya, aku memutuskan untuk menembaknya.. Ketika aku menyatakan
cintaku, dia hanya terdiam.. Tak menjawab apa-apa..waktu itu aku kira dia.. Dia
tak sedang berhubungan dengan siapa pun. Entah karena dia kasihan padaku atau
dia tak ingin menyakiti perasaanku, akhirnya dia menerimaku.
Ya, dia
menerimaku" mata Sungmin mulai berair.
"2
bulan setelahnya.. Soobin, dia memutuskanku! Tepat pada saat kau datang dan
memukuliku waktu itu. Dia langsung memutuskanku dan menceritakan segalanya.
Dia, dia mencintaimu! Dia mencintaimu pada pandangan pertama sama sepertiku
yang mencintainya pada pandangan pertama!" Air mata Sungmin mulai mengalir
"Hah!
dia bilang sebenarnya dia ingin sekali mmberitahukanku tentang hubungannya
denganmu. Tapi dia menyimpan semua ini karena dia tak ingin aku kecewa.. Dia
akhirnya memutuskanmu.. Mian mian mian! Aku,aku.."
"Sudahlah
Sungmin... Yang terjadi biarlah terjadi. Aku tak ingin membahas ini lagi"
"Tapi"
"Sudahlah
sungmin! Lupakan! Kau tak perlu bercerita lagi padaaku!!"
"Baiklah.
Sekali lagi mian.." Kata sungmin sambil membungkuk. Siwon tak membalas
perkataan Sungmin dan dengan cepat berjalan masuk kedalam mobil.
"SOOBIN!
TUNGGU AKU!"
=>
THE END <=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar